BBRMP Sulbar Fasilitasi Penguatan Penyuluh pertanian, Percepatan Tanam CSR dan Pembentukan Brigade
MAMUJU-Dalam rangka mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat sebagai Penanggung Jawab (PJ) Provinsi sekaligus Command Center Wilayah (CWS) melaksanakan pertemuan koordinasi bersama penyuluh pertanian di Aula Diseminasi BBRMP Sulawesi Barat. Pertemuan ini difasilitasi sebagai upaya penguatan pendampingan lapangan serta percepatan pelaksanaan tanam serentak pada lahan cetak sawah rakyat (CSR) Kabupaten Mamasa.
Pada kesempatan tersebut, hadir langsung keterwakilan BBPSDMP Pusat, I Gusti Made Ngurah Kuswandana, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian periode 2025–Maret 2026, saat ini bertugas sebagai Penyuluh pertanian mengawal dan mendampingi kegiatan percepatan tanam serentak pada lahan CSR Kabupaten Mamasa. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Direktur Wilayah/KA BBRMP Sulawesi Barat, Ketua Kelompok Substansi Penerapan, Ketua Kelompok Substansi Pendampingan, Kelsi Penyuluh Pertanian, perwakilan Polbangtan Gowa selaku LO CSR dan Brigade Pangan Kabupaten Mamasa, LO Kabupaten Mamasa BBRMP Sulawesi Barat, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Provinsi, Katimker Kabupaten Mamuju dan Mamasa, serta penyuluh pertanian yang memiliki program CSR dan Brigade Pangan.
Direktur Wilayah BBRMP Sulawesi Barat dalam arahannya menyampaikan pentingnya kesiapan pelaksanaan tanam serentak pada lahan cetak sawah rakyat Kabupaten Mamasa yang direncanakan pada 9 April 2026. Arahan tersebut menekankan kesiapan lahan, ketersediaan benih, dukungan alsintan, serta penguatan koordinasi antar penyuluh dan stakeholder. Selain itu, juga ditekankan pentingnya pengawalan program strategis Kementerian Pertanian, khususnya peningkatan luas tambah tanam (LTT), optimalisasi lahan (OPLAH), cetak sawah rakyat (CSR), serta percepatan pembentukan Brigade Pangan.
Dalam kesempatan tersebut, I Gusti Made Ngurah Kuswandana menyampaikan model/framework sinergitas stakeholder yang melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, swasta, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan masyarakat dalam mendorong peningkatan produksi padi. Sinergi tersebut dilakukan melalui penguatan kebijakan, penerapan inovasi pertanian modern, serta optimalisasi pemanfaatan lahan termasuk percepatan cetak sawah rakyat.
Ia menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Penyuluh diarahkan untuk fokus pada pengawalan program prioritas Kementerian Pertanian, antara lain peningkatan luas tambah tanam (LTT), optimalisasi lahan (OPLAH), cetak sawah rakyat (CSR), pembentukan Brigade Pangan, pengawalan pupuk bersubsidi, serta pendampingan bantuan pemerintah kepada petani.
Selain sebagai forum koordinasi, kegiatan tersebut juga dijadikan sebagai ajang evaluasi kinerja penyuluh pertanian dalam realisasi program strategis Kementerian Pertanian di wilayah masing-masing. Evaluasi dilakukan terhadap capaian luas tambah tanam (LTT), pelaksanaan OPLAH, percepatan tanam pada lahan CSR, pembentukan Brigade Pangan, serta penyaluran dan pemanfaatan bantuan pemerintah.
Dalam arahannya, I Gusti Made Ngurah Kuswandana juga mengingatkan kepada seluruh penyuluh pertanian agar menjaga integritas dalam melaksanakan tugas pendampingan. Penyuluh diminta untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli) dalam memberikan layanan kepada petani serta memastikan seluruh program berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa pembentukan Brigade Pangan menjadi prioritas utama, khususnya pada lokasi cetak sawah rakyat. Penyuluh pertanian diminta segera membentuk Brigade Pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait.
Melalui penguatan peran BBRMP Sulawesi Barat sebagai PJ Provinsi dan CWS, sinergi lintas stakeholder, serta penguatan pendampingan penyuluh pertanian, diharapkan percepatan tanam pada lahan cetak sawah rakyat di Kabupaten Mamasa dapat berjalan optimal dan berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan berkelanjutan di Sulawesi Barat.(MN)